Posted by: Indonesian Children | September 6, 2009

Kinesiologi kaki pada Anak

  • Ankle dan kaki merupakan struktur komplex dan yang paling dinamis pada tubuh manusia. Pergelangan kaki dan kaki bergerak bersama-sama anggota tubuh lainnya selama berdiri dan berjalan. Talus merupakan mekanisme kunci pada puncak kaki, terdiri dari bagian corpus, colum dan caput. Bagian superior dan pinggir corpus berfungsi menyokong dan berartikulasi dengan tibia dan fibula. Permukaan superior yang cembung dari talus meluncur di bagian bawah tibia selama bergerak. Kedua sisi corpus dan permukaan superior dari talus ditutupi oleh cartilago artikular dan melekat erat diantara maleolus dan disebut ankle mortis. Dalam ankle mortis, talus berfungsi sebagai sendi pegas. Bila dilihat dari atas, ankle mortis berada pada sudut lateral karena maleolus medial berada di anterior maleolus lateral pada bidang transversal. Corpus talus berbentuk baji dengan bagian anterior yang lebih lebar. Saat dorsofleksi, bagian anterior yang lebih lebar akan berada diantara ke dua maleolus dan akan berfungsi membatasi gerakan. Saat plantarfleksi bagian posterior yang lebih sempit akan berada diantara ke dua maleolus dan akan memungkinkan gerakan-gerakan ke arah lateral dari talus dalam ankle mortis.
  • Terdapat dua puluh enam tulang utama pada kaki, yaitu tujuh tulang tarsal, lima tulang metatarsal dan empat belas tulang falang.

Secara anatomis, kaki dapat dibagi menjadi tiga bagian fungsional yaitu:

  1. Bagian depan kaki, terdiri dari lima tulang metatarsal dan empat belas tulang falang.
  2. Bagian tengah kaki, terdiri dari tiga tulang kuneiformis, sebuah tulang kuboid dan tulang navikularis membentuk sebuah deretan.
  3.  Bagian belakang kaki, terdiri dari, a. tulang talus pada bagian apex kaki yang merupakan bagian dari sendi pergelangan kaki, merupakan kunci mekanis pada bagian apex kaki, mempunyai korpus, kolum dan kaput, berbentuk cembung, pada permukaan superiornya menyerupai pelana kuda, b. tulang kalkaneus merupakan bagian paling belakang dari kaki yang menyentuh permukaan tanah.

 

Persendian kaki dan Pergelangan kaki

  • Sendi pergelangan kaki terdiri dari bagian bawah tulang tibia, tulang fibula dan tulang talus yang berbentuk kubah, sering disebut ankle mortis. Gerakannya berupa plantar fleksi dan dorso fleksi. Sendi pergelangan kaki ini stabil dan terbatas pada semua bidang gerak yang lain.
  • Sendi subtalar atau sendi talokalkaneal adalah suatu sendi aksis tunggal yang menghubungkan tulang talus dan tulang kalkaneus. Sendi ini mempunyai aksis sub talar dimana tulang kalkaneus berputar pada tulang talus, mempunyai sudut 45° dari lantai dan 16° medial terhadap garis yang ditarik melalui tulang metatarsal kedua.

Terdapat tiga kombinasi gerakan dapat terjadi disekitar aksis ini, yaitu:

  • Disekitar aksis longitudinal berupa inverse yaitu elevasi batas medial kaki dan depresi batas lateral kaki dan gerakan sebaliknya berupa eversi.
  • Disekitar aksis vertikal berupa abduksi yaitu rotasi keluar melalui tibia dan adduksi yaitu rotasi ke dalam.
  • Disekitar aksis transversa berupa dorso fleksi dan plantar fleksi.

Gerakan utama dari sendi subtalar berupa inversi dan eversi. Bila ketiga gerakan pada sendi subtalar, di sekitar aksis subtalar terjadi bersamaan maka akan menghasilkan gerakan supinasi (adduksi-inversi-plantar fleksi) dan pronasi (adduksi-eversi-dorso fleksi).

Sendi tarsal transversa terdiri dari sendi kalkaneokuboid dan talonavikularis, gerakannya berupa adduksi-inversi dan abduksi-eversi. Sendi tarsal transversa ini disebut juga dengan istilah sendi mid tarsal, surgeon’s tarsal joint atau chopart’s joint merupakan salah satu daerah amputasi pada kaki.

Sendi tarsometatarsal, metatarsofalangeal dan interfalangeal gerakannya berupa fleksi dan ekstensi.

Ligamen Kaki Dan Pergelangan Kaki

  • Ligamen dari ankle mortise adalah ligament interoseus beserta membrannya dan ligamen tibiofibular. Ligamen interoseus dan membran melekat pada bagian dalam tibia, berjalan lateral dan ke bawah pada bagian dalam fibula.
  • Pada saat dorso fleksi fibula terangkat sedikit ke atas menyebabkan ligamen ini menjadi lebih datar melebarkan ankle mortise, sehingga bagian terluas dari talus dapat melaluinya.
  • Pada plantar fleksi akan terjadi sebaliknya. Ligamen interoseus diperkuat oleh ligamen tibiofibular yang berjalan paralel terhadapnya.

Penyangga terkuat dari sendi pergelangan kaki adalah ligamen kolateral pada bagian lateral. Ligamen kolateral ini mempunyai 3 bagian, yaitu :

  1. Ligamen talofibular anterior, berasal dari kolum talus dan melekat pada ujung fibula.
  2. Ligamen kalkaneofibular, berasal dari kalkaneus melekat pada ujung fibula.
  3. Ligamen talofibular posterior, berasal dari korpus talus melekat pada ujung fibula.

Penyangga terkuat bagian medial pergelangan kaki adalah ligamen deltoid yang menghubungkan maleous medialis dengan navikular, sustentakum tali dan bagian posterior talus. Ligamen deltoid mempunyai 4 bagian, yaitu : 1. Tibionavikular, 2. Talotibial anterior, 3. Calcaneotibial, 4. Talotibial posterior.

Ligamen lainnya pada kaki adalah corsal, planter dan interoseus, sesuai dengan tulang yang dihubungkannya. Secara umum ligamen dorsal bersifat tipis, berada pada bagian atas arkus, sedangkan ligamen plantar bersifat tebal berfungsi sebagai ‘tierods’ yang menyangga arkus. Terdapat 2 ligamen plantar yang penting, yaitu:

  1. Ligamen plantar kalkaneonavikular, melalui permukaan bawah kalkaneus yang disebut sustentakum tali menuju permukaan bawah navikularis membentuk sling yang menyangga kaput talus. Ligamen ini membatasi gerakan talus ke bawah dan membantu menyangga bagian tertinggi arkus, ligamen ini disebut juga ‘spring ligament’.
  2. Ligamen plantar panjang, terletak diantara kalkaneus, kuboid dan bagian lateral tiga tulang metatarsal.

Salah satu ligamen interoseus yang penting adalah ligamen talokalkaneal yang berada sepanjang kanal tarsal dan bagian akhir fibula, ligamen ini membentuk serabut fibrosa yang menghubungkan dua tuberkel dan disebut sebagai ligamentum cervicis.

 

Otot-Otot Kaki Dan Pergelangan Kaki

  • Otot-otot kaki dan pergelangan kaki dapat dibagi menjadi otot intrinsik dimana otot-otot tersebut beroigo dan berinsersi di dalam kaki, dan otot ekstrinsik yang memiliki origo di luar kaki. Pembagian ini seperti pada otot-otot tangan.

Otot-otot ekstrinsik dibagi menjadi :

  1. Posterior. Terdiri dari otot triseps surae, disebut triseps surae karena mempunyai tiga kaput, yaitu dua kaput gastrolonemius dan satu kaput soleus. Nama lain otot triseps surae adalah otot gastrosoleus. Otot gastroknemius berasal dari bagian atas lutut, mempunyai dua kaput yang melekat pada setiap kondilus femur. Setengah bagian bawah dari otot gastroknemius menjadi tendon yang tipis disebut tendon Achilles, melekat pada bagian posterior kalkaneus, menyebabkan plantar fleksi pergelangan kaki. Otot triseps surae juga menyebabkan supinasi kaki ketika kaki terfiksasi pada lantai. Otot soleus menyebabkan gerakan plantar fleksi pada saat lutut fleksi. Kelompok otot-otot yang lain pada kaki dan pergelangan kaki melalui bagian belakang maleolus, membantu plantar fleksi kaki. Otot triseps surae sangat berperan mengangkat tumit dari lantai pada saat heel off gait.
  2. Lateral. Terdiri dari peroneus longus dan brevis. Peroneus longus letaknya lebih tinggi dan superfisial, berorigo pada fibula dan berinsersi pada basis metatarsal pertama. Peroneus brevis lebih rendah dan dalam, berorigo pada fibula dan berinsersi pada basis metatarsal lima, keduanya berfungsi sebagai otot-otot evertor kaki.
  3. Anterior. Terdiri dari tibialis anterior, ekstensor digitorum longus, ekstensor hallucis longus dan peroneus tertius. Ekstensor hallucis longus berasal dari bagian anterior fibula, berinsersi pada bagian anterior distal ibu jari. Fungsinya adalah ekstensi ibu jari dan membantu dorso fleksi. Ekstensor digitorum longus berasal dari bagian lateral tibia dan fibula, berinsersi pada bagian lateral empat jari-jari. Peroneus tertius yang tampaknya berasal dari ekstensor digitorum longus berinsersi pada basis metatarsal lima. Ekstensor digitorum longus dan peroneus tertius berfungsi untuk dorso fleksi dan eversi kaki. Tibialis anterior berasal dari bagian lateral tibia menyilang permukaan dorsal kaki, berinsersi pada bagian metatarsal pertama, berfungsi untuk dorso fleksi dan inversi kaki.
  4. Medial. Terdiri dari tibialis posterior, fleksor digitorum kongus dan fleksor hallucis longus. Tibialis posterior berasal dari bagian posterior tibia dan fibula, berinsersi pada tarsal, berfungsi untuk inversi dan plantar fleksi kaki. Fleksor hallucis longus berasal dari bagian posterior tibia dan fibula, berinsersi pada bagian bawah falangs distal jari pertama setelah melalui maleolus medialis. Fleksor digitorum longus berasal dari bagian posterior tibia, melalui bagian belakang maleolus medialis untuk berinsersi pada lateral falangs distal empat jari-jari. Fleksor digitorum longus berfungsi untuk fleksi jari-jari, dalam posisi menggenggam, fleksor hallucis longus berfungsi menekan falangs distal ke lantai.

Secara umum inversi dari kaki terjadi pada sendi subtalar oleh tendon yang menyilang pada permukaan dalam kaki. Eversi juga terjadi pada sendi subtalar oleh tendo-tendo pada bagian lateral kaki. Peronei berfungsi sebagai evertor secara efektif pada posisi kaki plantar fleksi. Baik evertor dan invertor berfungsi sebagai stabilisasi pergelangan kaki pada saat kaki terfiksasi pada lantai. Otot-otot intrinsik kaki tidak dapat diperiksa satu persatu secara klinis. Fungsi utamanya adalah mengisi bagian telapak kaki.

DEFORMITAS

  • Istilah spesifik untuk menggambarkan suatu deformitas pada pergelangan kaki dan kaki tergantung dari arah gerakan sendi.
  • Deformitas pada sendi kaki dan pergelangan kaki dapat disebabkan karena kontraktur dari kapsul, ligamen dan otot. Posisi kaki netral adalah posisi anatomis (0°).
  • Pada pergelangan kaki dapat terjadi deformitas kalkaneus yaitu dorsofleksi dan ekuinus yaitu plantar fleksi, pada sendi subtalar dapat terjadi deformitas tumit farus yaitu inversi dan tumit valgus yaitu eversi. Pada sendi midtarsal dapat terjadi deformitas adductus yaitu adduksi, abductus yaitu abduksi, cavus yaitu fleksi, rocker bottom yaitu ekstensi dengan tumit dan pergelangan kaki pada posisi ekuinus, supinasi yaitu inversi-adduksi dan pronasi yaitu eversi-adduksi.
  • Pada pergerakan ibu jari kaki yang menjadi titik referansi adalah pusat dari kaki, hallux valgus menggaambarkan deviasi ibu jari menuju pusat dari kaki (menjauhi pusat tubuh), sedangkan hallux varus sebaliknya.

 

 

 

Supported  by

 

CHILDREN FOOT CLINIC

CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: