Posted by: Indonesian Children | September 6, 2009

PENANGANAN TOEING IN PADA ANAK

Toeing-in merupakan kelainan rotasi pada ekstremitas bawah anak yang sangat sering terjadi dan sering menyebabkan orang tua datang untuk berkonsultasi pada dokter bedah ortopedi atau dokter anak.

Toeing-in pada infantil umumnya disebabkan oleh metatarsus adduktus, sementara pada usia 2 tahun biasanya disebabkan oleh internal tibial torsion dan pada usia 3 tahun disebabkan oleh excessive femoral antetorsion.

Pendekatan yang dibutuhkan klinisi dalam penanganan kasus ini adalah meyakinkan kepada anak sebagai pasien dan orang tuanya untuk tidak terlalu mencemaskan. Pemantauan pertumbuhan musculoskeletal harus tetap dilakukan dengan cermat.  Penggunaan Denish browne dengan beberapa modifikasi bar ternyata dapat mengoreksi dengan hasil yang memuaskan, meskipun dengan bertambahnya usia akan mengalami perbaikan atau rotasi kearah normal. Penanganan aktif dan pembedahan hanya diperlukan untuk kelainan yang rigit dan deformitas yang kompleks.

Menegakkan diagnosis dengan tepat dan memulihkan keyakinan orang tua dari anak yang mengalami toeing-in secara efektif merupakan tugas penting seorang klinisi. Penanganan anak dengan jalan toeing-in dijelaskan pada tabel di bawah.

Denish Browne Bar.

  • Night splint tidak sepenuhnya membantu dalam memperbaiki excessive femoral anteversion. Namun untuk internal tibial torsion, beberapa klinisi menyatakan sukses dengan menggunakan Dennis-Brown.1,2
  • Denish Browne bar merupakan alat spesifik yang digunakan untuk mengubah jalan dan telah lama digunakan bahkan mungkin digunakan paling luas untuk mengkoreksi rotasi pada kaki. Ada beberapa modifikasi dari bar, tetapi yang terpenting Denish Browne berisi splint dengan sepatu yang berlekatan pada bagian akhir. Dengan merotasikan sepatu kita berusaha untuk merotasikan tungkai.4 Penggunaan yang tepat akan memberikan hasil yang memuaskan, nilainya tergantung pada area akstremitas ( dari pelvis ke kaki) yang pada prinsipnya akibat dari masalah rotasi.
  • Rosen dan Sandick, menyatakan paling banyak kasus deformitas internal rotasi pada tungkai bawah, terjadi pada level usia ( dibawah 2 tahun) awalnya dimulai dari area sendi lutut atau dibawahnya dan pada kasus ini respon sangat baik dengan Denis Browne bar.

Teknik dalam menggunakan Denis Browne bar terapi:

  1. Menurut pendapat  para peneliti level paling baik penggunaan Denis Brown adalah pada usia 6 sampai 8 bulan. Pada bayi masih dapat mengubah posisi tidur dan berubah posisi saat menggunakan bar tanpa merasa tak nyaman. Bar dapat ditoleransi dengan baik pada anak dari usia 5 bulan sampai 4 tahun. Diatas usia ini anak tidak dapat mentoleransi dengan baik.
  2. Panjang bar harus sama atau sedikit lebih panjang dari luas hip sehingga tungkai anak sedikit abduksi. Posisi sedikit abduksi pada infan lebih disukai daripada posisi adduksi karena posisi caput femoris pada soket acetabulum dalam posisi lebih kuat. Jika jarak bar terlalu luas dapat meningkatkan genu vagum dan harus dihindari.
  3. Pada kasus-kasus yang berat non-weightbearing, bisa digunakan selama 24 jam, namun demikian Denis Brown sebaiknya digunakan hanya disaat tidur.
  4. Penyesuaian rotasi dari bar harus selalu dijaga sesuai tolensi pasien, koreksi sebaiknya jangan pernah dengan kuat. Rotasi berlebihan dari toleransi pasien masuk akal dapat menyebabkan hip atau knee patologis, meskipun belum pernah dilaporkan. Tekanan atau traksi pada epifise mungkin dipengaruhi oleh koreksi rotasi alat
  5. Koreksi dengan bar untuk memperbaiki toeing-in dapat dirotasikan keluar biasanya sampai 45⁰
  6. Untuk mencegah memburuknya pronasi, bar dapat diikatkan pada bagian tengah dari Inverted “V”, sehingga sepatu akan menjaga kaki dalam posisi sedikit inversi.
  7. Untuk mencegah genu valgum, dimana mungkin akan terjadi komplikasi karena penggunaan Denis Browne bar dapat digunakan foam rubber block dengan ketebalan 4-5 inchi, yang ditempatkan diantara knee, untuk menjaga saat kaki eksternal rotasi karena Denish Browne.
  8. Penggunaan bar dilakukan sampai koreksi terjamin  

 

Penanganan Pembedahan

  • Derotasi osteotomi merupakan terapi pilihan pembedahan untuk anak dengan problem rotasi yang berat dan persiten. Diperlukan pemantauan beberapa tahun yang cukup untuk  memutuskan dengan yakin bahwa deformitas rotasional tidak akan mengalami perbaikan secara alamiah.
  • Pembedahan tidak harus dilakukan pada anak dengan usia yang masih sangat muda. Umumnya osteotomi derotasi tibial jarang diperlukan sebelum anak usia 5 tahun, dan osteotomi derotasi femoral tidak harus dilakukan sebelum 8 tahun.

Daftar Pustaka

  1. Tachdjian, M.D. Knee and leg in Clinical Pediatric Orthopedic 2; 143-158; 1997.
  2. YH Li, JCY Leong Intoeing gait in children HKMJ 5; 360-6; 1999 Departement of Othopedic Surgery, The University of Hong Kong, Queen Mary Hospital, Pokfulan, Hong Kong.
  3. Stricker, MD. Andrew A, MD Assessment of Angulation and Torsion of  Lower Limb in Children International Pediatrics 16; 3;2001 University of Miami School of Medicine, Departement of Orthopedic Surgery and Rehabilitation, Miami, Florida.
  4. Tax, H.R. Rotational Problems of the lower Extremity in Childhood in Podopediatrics Ed 2; 14; 303-323; 1985.
  5. Crane J. Internal Rotation of Deformity of the Lower Limb, Mei 2008 Departement of Orthopaedic Surgery-Uninersity Stellenbosch
  6. Tinel, AL. Kose K.C, Aksoy, Y. Hip Rotation Degrees, Intoeing Problem, and Sitting Habit in Nursery School Children : an analysis of 1134 cases, Afyunkarahisar Kocatepe University Faculty of Medicine, Departement of Orthopedics and Traumatology.
  7. Smith BG, MD Lower Extremity Disorder in Children and Adolescents Pediatrics in Review 30; 287; 294; 2009, Associate Professor, Departement of Orthopaedics, Yale University, New Haven, CT.
  8.  Kilmartin TE, Barrington RL, Wallace WA, Metatarsus Primus Varus a Statical Study, J Bone Joint Surg 73-B; 937-40; 1991, Queen’s Medical Centre, Nottingham.
  9. Fabry G, Normal and Abnormal Torsion Development of the Lower Extremities in Acta Orthopaedica Belgica, vol. 63-4; 1997, Department of Orthopaedic Surgery, University Hospital Pellenberg, Weligerveld 1, Pellenberg, Belgium.
  10. Staheli LT, Corbett M, Wyss C and King H. Lower Extremity Rotational Problem in Children. Normal Value to guide Management. J Bone Joint Surg Am. 67; 39-47; 1985.
  11. Wiley JJ. In-Toeing and Out-Toeing in Children. Can Famn Physician 33; 673-640; 1987.

Supported  by 

 

CHILDREN FOOT CLINIC

CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: