Posted by: Indonesian Children | September 6, 2009

TOEING IN : Metatarsus Adduktus

  • Anak dengan metatarsus adduktus atau kadang disebut metatarsus varus adalah suatu keadaan dimana forefoot mengalami adduksi atau deviasi ke medial, bagian lateral kaki konvek, sementara bagian medial konkaf dan mungkin terdapat juga lipatan kulit yang dalam, serta hindfoot dalam keadaan netral atau sedikit valgus pada heel. Normal garis bisecsi heel melintasi ruang antara jari II dan jari III, pada pasien dengan metatarsus adduktus, garis bergeser ke jari-jari lateral.
  • Keadaan ini sering terjadi pada infantil sekitar 1:5000 kelahiran hidup dan 1: 20 saudara kandung pasien dengan metatarsus adduktus, lebih banyak terjadi pada laki-laki, lahir kembar, bayi prematur.
  • Meskipun penyebab pastinya belum diketahui namun diyakini deformitas disebabkan oleh posisi intrauterin atau crowding. Studi-studi awal menunjukkan adanya hubungan metatarsus adduktus dengan hip dysplasia, namun studi terbaru menyatakan bahwa hal tersebut tidak ada hubungan.
  •  Metatarsus adduktus biasanya terlihat pada satu tahun pertama kehidupan, terjadi lebih sering pada kaki kiri. Hal ini menimbulkan keluhan kosmetik, gaya jalan toeing-in atau memerlukan sepatu dengan ukuran yang berlebih. Pada pemeriksaan fisik kaki terlihat C-shape, dengan konkaf di bagian medial kaki dan konvek di bagian lateral. Hindfoot dalam posisi netral atau valgus tetapi tidak pernah varus. Lingkup gerak sendi ankle dan subtalar joint akan terukur normal.
  • Klasifikasi dikelompokkan berdasarkan kelainan sudut heel-bisector metatarsus adduktus. Berdasarkan hal itu Smith mengklasifikasikan menjadi ringan, sedang dan berat. Sedangkan sistem klasifikasi yang lebih akhir digambarkan oleh Bleck berdasarkan fleksibilitasnya. Dikatakan fleksibel forefoot jika masih dapat diabduksikan melebihi  garis tengah heel bisector angle. Sedangkan disebut parsial fleksibel forefoot jika dapat diabduksikan sampai ke garis tengah dan disebut rigit forefoot jika tidak dapat diabduksikan ke garis tengah.
  • Radiografi  Manfaat radiografi sebelum usia 4 tahun terbatas oleh kurang cukupnya proses osifikasi pada tulang kaki. Pada anak yanag lebih besar, forefoot adduksi, medial deviasi yang berlebih pada sendi tarsal metatarsal, dan netral atau valgus heel akan terlihat jelas pada radiografi dengan posisi berdiri.

Penanganan

  1. Konservatif. Kasus metatarsal adduktus paling banyak mengalami perbaikan secara spontan tanpa memerlukan splinting, brace, atau sepatu khusus. Penelitian pada  21 anak ( 31 kaki) dengan parsial fleksibel, atau infleksibel metatarsus adduktus yang diberikan diterapi dengan serial casting, 20 pasien (95% atau 29 kaki)  tanpa mengalami nyeri, kaki dapat normal saat dewasa. Sebagian besar kasus flexible metatarsus adduktus biasanya mengalami perbaikan ke arah normal tanpa terapi dan jarang menimbulkan nyeri saat dewasa. Pasien dengan deformitas rigit metatarsus adduktus harus menjalani early casting.5,6,7
  2. Pembedahan. Tindakan pembedahan pada kasus ini jarang dilakukan. Namun pada kasus yang resisten infleksibel metatarsus adduktus yang tidak menurun dengan serial casting dapat dilakukan pembedahan karena terjadi nyeri saat menggunakan sepatu. Pembedahan direncanakan antara 3 -7 tahun (proses osifikasi pada tulang midtarsal terjadi setelah usia 3 tahun). Pemilihan pembedahan meliputi membebaskan tendon abductor halusis, kapsulotomi medial midfoot, kapsulotomi sendi tarsometatarsl, dan pembebasan ligamentum intermetatarsal atau osteotomi basis metatarsal dan cuneiforme.

Metatarsus Primus Varus

  • Metatarsus Primus varus adalah terpisahnya adduktus metatarsus pertama. Berbeda dengan simpel metatarsus adduktus, pada metatarsus primus varus sisi lateral dari kaki memiliki alignmen yang normal, sering ditemukan lipatan kulit vertikal yang dalam pada bagian medial kaki di sendi tarsometatarsal.
  • Umumnya metatarsus primus varus memiliki deformitas yang lebih rigit dibanding metatarsus adduktus varus dan memerlukan casting yang lebih awal. Persisten deformitas pada masa kanak-kanak dihubungkan dengan progresifitas hallux valgus. Osteotomi medial cuneiforme dipilih untuk anak-anak dengan deformitas yang berat.

Skewfoot

  • Kelainan ini disebut juga congenital metatarsus varus atau serpentin metatarsus adduktus. Skewfoot memiliki ciri metatarsus adduktus dengan kombinasi valgus deformitas dari heel dan plantarfleksi dari talus. Penggunaan casting yang tidak tepat untuk metatarsus adduktus atau clubfoot deformitas dapat menyebabkan skewfoot karena kegagalan untuk menyokong hindfoot saat abduksi forefoot selama penggunaan casting.
  • Namun terbanyak kasus diduga disebabkan oleh idiopatik. Pemeriksaan radiografi digunakan untuk konfirmasi adanya adduktus forefoot dan valgus hindfoot. Riwayat alamiah dari deformitas ini tidak jelas. Meskipun beberapa kaki mengalami koreksi secara spontan, lainnya menyatakan adanya nyeri yang berkelanjutan, kalus dan masalah dengan penggunaan sepatu. Pembedahan diindikasikan pada anak dengan gejala deformitas yang menetap.

 

 

 

Supported  by

 

CHILDREN FOOT CLINIC

CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: