Posted by: Indonesian Children | September 6, 2009

Toeing-in, Kelainan Kaki Paling Sering Pada Anak

Toeing-in, Kelainan Kaki Paling Sering Pada Anak

  • Toeing-in adalah salah satu penyebab yang paling sering dari gangguan berjalan pada anak. Suatu abnormalitas yang terjadi pada anak akan mendapat perhatian dari orang tua dan lingkungannya.
  • Secara klinis toeing-in merupakan kelainan fisiologis yang dapat terjadi pada beberapa anak, dan 90-95% terkoreksi dengan sendirinya tanpa membutuhkan penanganan yang aktif.
  •  Meskipun demikian kenyataannya problem ini masih merupakan suatu keluhan yang paling sering menyebabkan orang tua datang ke orthopedi atau dokter anak untuk berkonsultasi pada masa infantil. Pada masa ini paling sering penyebab toeing-in adalah metatarsus varus atau adduktus dengan angka kejadian 1-3 per 1000 anak.

  • Pada anak yang lebih besar  toeing-in juga dihubungkan dengan internal femoral torsi sebanyak 70% dan internal tibial torsi 30% kasus. Excessive femoral anteversion (medial femoral torsi) biasanya terlihat pada usia 3 sampai 6 tahun atau selama periode prasekolah, dan secara bertahap akan terkoreksi sampai usia 8 atau 9 tahun.
  • Pada anak-anak dengan tanpa kelainan neurologis ini, internal tibial torsi dan internal femoral torsi, merupakan dua deformitas yang diduga saling mempengaruhi dan dapat terjadi bersamaan untuk menyebabkan toeing-in menjadi lebih signifikan. Diagnose dari kedua kondisi ini dapat dibuat dengan mengunakan pemeriksaan fisik sendiri, sementara studi image sesungguhnya jarang digunakan.
  •  Dari pemeriksaan fisik ektremitas yang mengalami torsi sering ditemukan bilateral dan simetris dan lebih banyak terjadi pada wanita, juga dikatakan bersifat familiar. Anak dengan toeing-in lebih suka duduk dalam posisi “W”, mereka tidak bisa duduk bersila atau merasa tidak nyaman. Gangguan fungsional ini membaik dengan koreksi spontan medial femoral torsi atau meningkatnya eksternal tibial rotasi. Namun demikian eksternal rotasi restriksi dapat terjadi dan tidak terkoreksi serta berlanjut menjadi deformitas pada usia antara 8 dan 10 tahun.
  • Istilah rotasi diatas merujuk pada berputarnya femur atau tibia sekitar axis panjang dari masing-masing tulang tersebut. Rotasi yang normal dalam arah dan besarnya disebut “versi”, sementara yang tidak normal disebut “torsi”. Selanjutnya normal tersebut didefinisikan sebagai plus atau minus dua standar deviasi (2 SD) dari mean.
  • Toeing-in pada infantil umumnya disebabkan oleh metatarsus adduktus, sementara pada usia 2 tahun biasanya disebabkan oleh internal tibial torsion dan pada usia 3 tahun disebabkan oleh excessive femoral antetorsion.
  • Pendekatan yang dibutuhkan klinisi dalam penanganan kasus ini adalah meyakinkan kepada anak sebagai pasien dan orang tuanya untuk tidak terlalu mencemaskan. Pemantauan pertumbuhan musculoskeletal harus tetap dilakukan dengan cermat.  Penggunaan Denish browne dengan beberapa modifikasi bar ternyata dapat mengoreksi dengan hasil yang memuaskan, meskipun dengan bertambahnya usia akan mengalami perbaikan atau rotasi kearah normal. Penanganan aktif dan pembedahan hanya diperlukan untuk kelainan yang rigit dan deformitas yang kompleks.

Referensi

  1. Tachdjian, M.D. Knee and leg in Clinical Pediatric Orthopedic 2; 143-158; 1997.
  2. YH Li, JCY Leong Intoeing gait in children HKMJ 5; 360-6; 1999 Departement of Othopedic Surgery, The University of Hong Kong, Queen Mary Hospital, Pokfulan, Hong Kong.
  3. Stricker, MD. Andrew A, MD Assessment of Angulation and Torsion of  Lower Limb in Children International Pediatrics 16; 3;2001 University of Miami School of Medicine, Departement of Orthopedic Surgery and Rehabilitation, Miami, Florida.
  4. Tax, H.R. Rotational Problems of the lower Extremity in Childhood in Podopediatrics Ed 2; 14; 303-323; 1985.
  5. Crane J. Internal Rotation of Deformity of the Lower Limb, Mei 2008 Departement of Orthopaedic Surgery-Uninersity Stellenbosch
  6. Tinel, AL. Kose K.C, Aksoy, Y. Hip Rotation Degrees, Intoeing Problem, and Sitting Habit in Nursery School Children : an analysis of 1134 cases, Afyunkarahisar Kocatepe University Faculty of Medicine, Departement of Orthopedics and Traumatology.
  7. Smith BG, MD Lower Extremity Disorder in Children and Adolescents Pediatrics in Review 30; 287; 294; 2009, Associate Professor, Departement of Orthopaedics, Yale University, New Haven, CT.
  8.  Kilmartin TE, Barrington RL, Wallace WA, Metatarsus Primus Varus a Statical Study, J Bone Joint Surg 73-B; 937-40; 1991, Queen’s Medical Centre, Nottingham.
  9. Fabry G, Normal and Abnormal Torsion Development of the Lower Extremities in Acta Orthopaedica Belgica, vol. 63-4; 1997, Department of Orthopaedic Surgery, University Hospital Pellenberg, Weligerveld 1, Pellenberg, Belgium.
  10. Staheli LT, Corbett M, Wyss C and King H. Lower Extremity Rotational Problem in Children. Normal Value to guide Management. J Bone Joint Surg Am. 67; 39-47; 1985.
  11. Wiley JJ. In-Toeing and Out-Toeing in Children. Can Famn Physician 33; 673-640; 1987.

 

Supported  by  

 

CHILDREN FOOT CLINIC ONLINE

CLINIC FOR CHILDREN  Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

Clinical and Editor in Chief :

WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Children Foot Clinic Information Education Network. All rights reserved


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: