Posted by: Indonesian Children | January 23, 2010

Faciitis Plantaris, Nyeri Tumit Kronis yang Mengganggu

Faciitis Plantaris, Nyeri Tumit Kronis yang Mengganggu

Nyeri tumit atau fasciitis plantaris adalah sindroma nyeri tumit berhubungan dengan peradangan atau iritasi pada fascia plantaris. Fascia plantaris adalah bentuk ligament (jaringan yang menghubungakan dua tulang) di bawah kaki yang membentuk lengkungan (arkus). Berorigo pada tulang calcaneous (tulang tumit), dan berinsersio pada caput metatarsale I-V jari kaki dan membentuk lengkungan. Yang paling umum terjadi, cidera overuse yang berkenaan dengan arkus menyebabkan terjadinya peradangan fascia plantaris dengan kerobekan kecil pada daerah yang melekat pada tulang tumit. Cidera overuse dapat disebabkan oleh lamanya posisi berdiri, perubahan pada tingkat aktivitas (misalnya, karena terlalu bersemangat dalam menjalankan program latihan), peningkatan berat badan, lemahnya penyangga pada sepatu, dan cidera kaki. Ketegangan tendon Achilles (jaringan yang menghubungkan otot betis dengan tulang tumit) turut memberikan tekanan pada fascia plantaris dan ini sering dihubungkan dengan nyeri tumit. Secara khas, gejala-gejala permulaaan munculnya nyeri terjadi pada tumit bagian bawah selama beberapa langkah pertama pada waktu pagi atau setelah duduk pada waktu yang lama. Pada berkembangan gejala selanjutnya, nyeri dapat muncul pada setiap langkah dan terus-menerus.
Pada kebanyakan masyarakat, fasciitis plantaris dapat hilang secara spontan atau dengan istirahat. Bagaimanapun, penyembuhannya membutuhkan waktu yang lama. Pada studi penelitian waktu penyembuhan rata-rata sampai 8 bulan.

Terapi nonoperasi

  • Program stretching pada fascianya, memakai sepatu penyangga, menghindari untuk bertelanjang kaki. Sering, NSAIDs (seperti aspirin atau ibuprofen) bisa membantu. Menggunakan penyangga arkus over-the-counter atau custom-fitted dapat mengurangi beberapa tekanan pada arkus dan memberikan fascia plantaris dapat sembuh dengan cepat. Pengangkat tumit atau bantalan tumit juga dapat diberikan.
  • Pemakaian splint/bandage diwaktu malam atau pembalut fiberglass. Pembalutan dilakukan pada posisi 90 derajat dari tungkai (seperti ketika berdiri), yang mencegahnya dari gerakan plantar fleksi. Terapi ini diaplikasikan ketika anda istirahat atau tidur, dapat memperbaiki gejala pada kebanyakan orang. Bahkan ketika semua terapi nonoperasi telah gagal. Biayanya, pembalutan dilakukan selama tiga minggu.
    Injeksi steroid ke tumit bisa mengurangi gejala kira-kira sepertiga dari para penderita. Bagaimanapun, terapi ini tidak tepat untuk setiap orang dan tidak boleh secara berulang-ulang. Injeksi yang terus-menerus dapat menyebabkan resiko kelemahan dan rupture pada fascia plantaris.
  • Modalitas fisioterapi seperti ultrasound, iontophoresis dan phonophoresis dapat membantu setengah dari penderita yang diterapi. Ultrasound high-impulse teknologi baru menjanjikan kepada penderita yang tidak mendapatkan yang lebih baik dari tipe-tipe terapi nonoperasi yang lain; alat ini akan lebih digunakan untuk masa mendatang.

Terapi operasi

  • Jika gejala-gejala anda tidak mengalami perubahan dengan terapi nonoperasi dan terus berlangsung selama enam bulan sampai satu tahun, mungkin membutuhkan operasi.
  • Operasi biasanya dilakukan pada pasien rawat jalan. Dokter membuat incise tiga inchi dengan membuka bagian dalam dan tengah pada fascia plantaris dengan dengan tulang tumit. Kemudian, pasien memanjangkan pascia plantarisnya. Dokter bisa juga menghilangkan saraf plantaris dari jaringan yang menekannya jika saraf ini teriritasi.

Terapi pasca operasi

  • Setelah operasi, memakai sepatu khusus dan memulai berjalan dengan hati-hati. Setelah enam minggu, biasanya anda dapat memakai sepatu biasa. Maksimal anda mendapatkan kemajuan kira-kira setelah tiga bulan. 75 persen dari penderita secara siknifikan mengalami kemajuan dengan terapi operasi.
  • Nyeri tumit membutuhkan waktu untuk penyembuhan, dan anda harus memakai sepatu penyangga, dibarengi dengan latihan khusus, dan menggunakan terapi yang lain. Secara kebetulan, kebanyakan penderita dengan fasciitis plantaris mendapatkan kesembuhan yang komplet tanpa operasi.

Daftar Pustaka;
Gill L, Kiebzak G. Outcome of nonsurgical treatment for plantar fasciitis. Foot Ankle Int. 1996;17(9):527-532.
Wolgin M, Cook C, Graham C, Mauldin D. Conservative treatment of plantar heel pain: long-term follow-up. Foot Ankle Int. 1994;15(3):97-102.
http://childrenfootclinic.wordpress.com


Responses

  1. trimakasih atas informasinya….. akan saya coba langkah-langkah terapinya, semoga ini menjadi solusi yang tepat, matur nuwun…………

  2. Trims infonya . . . Saya adalah pemain tennis meja dan mengalami gejala sakit tumit sejak 2 minggu yl, dimulai setelah selesai latihan, dari kaki kiri dulu . . . seminggu kemudian menyusul kaki kanan. Haruskah saya menghentikan aktifitas latihyan ?

  3. Terima kasih.. saya akan mencoba teknik terapinya sama Drq… Kalo blm bisa juga yah,,, harus di operasi… Bisnya udah 5 tahun menderita nih…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: